Wartamuaro.com - Muaro Jambi - Merespons jeritan masyarakat terkait krisis air bersih, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muaro Jambi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor dan instalasi PDAM Tirta Muaro Jambi, Jumat (27/02/2026).
Sidak ini bertujuan untuk membedah akar permasalahan tersendatnya distribusi air yang telah dikeluhkan warga selama berminggu-minggu. Hasil pantauan di lapangan mengungkap kondisi infrastruktur utama yang sangat memprihatinkan dan membutuhkan penanganan darurat.
Temuan Kendala Teknis yang Fatal
Dalam tinjauan tersebut, tim menemukan tiga kendala teknis sistemik yang menjadi penyebab utama macetnya pasokan air kepada ribuan pelanggan:
Kerusakan Pompa Intake: Unit pompa pengambilan air baku mengalami kerusakan mekanis parah, sehingga kapasitas produksi menurun drastis di bawah standar normal.
Kebocoran Pipa Transmisi: Ditemukan sejumlah titik kebocoran pada pipa transmisi utama yang memicu tingginya angka kehilangan air (non-revenue water) sebelum sampai ke pelanggan.
Gangguan Listrik: Ketidakstabilan pasokan daya pada panel kontrol menghambat operasional mesin untuk bekerja secara kontinu 24 jam.
Kondisi ini berdampak paling parah di kawasan padat penduduk seperti Mendalo, di mana warga melaporkan air sering mati total selama berhari-hari, mengganggu aktivitas rumah tangga dan ekonomi.
Komitmen Perbaikan Pelayanan Dasar
Anggota DPRD Muaro Jambi dari Fraksi PAN, Ulil Amri, yang memimpin peninjauan tersebut, menyatakan kekecewaan mendalam atas terbengkalainya aset vital daerah ini. Ia menegaskan bahwa perbaikan PDAM harus menjadi prioritas utama dalam agenda kerja pemerintah daerah saat ini.
"Persoalan air bersih ini sudah menjadi perhatian utama Bupati Muaro Jambi, Bapak Bambang Bayu Suseno, pasca beliau dilantik. Air minum adalah pelayanan dasar yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Penyelesaiannya tidak bisa lagi ditunda-tunda," tegas Ulil Amri di sela-sela pemeriksaan instalasi.
Langkah Darurat dan Jangka Panjang
DPRD mendesak jajaran manajemen PDAM Tirta Muaro Jambi dan Dinas PUPR untuk segera melakukan langkah-langkah konkret, di antaranya percepatan pengadaan suku cadang pompa yang rusak dan perbaikan pipa transmisi yang bocor.
Ulil Amri menambahkan bahwa legislatif siap mendukung penuh dari sisi penganggaran untuk modernisasi infrastruktur PDAM agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap tahunnya.
"Masyarakat tidak mau tahu alasan teknis, yang mereka butuhkan adalah air mengalir lancar di rumah mereka. Kami akan kawal progres perbaikan ini hingga distribusi kembali normal," pungkasnya.
Sidak ini diharapkan menjadi titik balik bagi manajemen PDAM untuk meningkatkan profesionalisme dan respons cepat terhadap gangguan teknis demi menjaga kepercayaan pelanggan di Bumi Sailun Salimbai. (H.Rm)
