Wartamuaro.com - Muaro Jambi - Dunia pendidikan di Kabupaten Muaro Jambi dikejutkan dengan insiden memprihatinkan yang menimpa puluhan siswa di sejumlah sekolah di Kecamatan Sekernan. Para siswa diduga mengalami keracunan massal tak lama setelah menyantap menu dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat (30/01/2026) siang.
Gejala mual, pusing, hingga muntah-muntah dilaporkan terjadi secara massal sekitar satu jam pasca-makan siang, yang memaksa pihak sekolah mengevakuasi para siswa ke RSUD Ahmad Ripin dan puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
DPRD Bergerak Cepat
Menanggapi peristiwa tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muaro Jambi tidak tinggal diam. Bertempat di Ruang Rapat Gabungan, pimpinan dewan memanggil pihak Satuan Pelayanan Program Gizi Makan Bergizi Gratis (SPPG MBG) untuk memberikan penjelasan intensif pada Selasa (03/02/2026).
Pertemuan ini bertujuan untuk mengevaluasi secara menyeluruh prosedur penyediaan, pengolahan, hingga pendistribusian makanan yang dilakukan oleh mitra penyedia katering.
"Ini adalah persoalan serius karena menyangkut keselamatan anak-anak kita. Kami memanggil pihak penyelenggara untuk mempertanyakan standar operasional prosedur (SOP) mereka. Jangan sampai program yang tujuannya menyehatkan justru membahayakan siswa," tegas salah satu pimpinan DPRD dalam rapat tersebut.
Investigasi dan Sampel Makanan
Pihak Dinas Kesehatan dan kepolisian setempat telah mengamankan sisa sampel makanan untuk dilakukan uji laboratorium. Investigasi difokuskan pada kandungan bahan baku serta tingkat higienitas proses masak guna menemukan penyebab pasti keracunan.
Sementara itu, pihak SPPG MBG dalam pertemuannya dengan DPRD menyatakan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh atas biaya perawatan para korban dan berjanji akan melakukan perbaikan sistem pengawasan internal.
Evaluasi Total Program MBG
DPRD Muaro Jambi merekomendasikan adanya evaluasi total terhadap seluruh vendor penyedia makanan di Kabupaten Muaro Jambi. Dewan mendesak agar setiap penyedia jasa memiliki sertifikasi keamanan pangan yang ketat dan melakukan pengawasan berkala sebelum makanan dibagikan ke sekolah-sekolah.
Hingga saat ini, sebagian besar siswa yang terdampak dilaporkan telah berangsur pulih, namun pengawasan medis tetap dilakukan untuk mencegah dampak jangka panjang dari insiden tersebut. (H.Rm)
