• Jelajahi

    Copyright © Warta Muaro
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Food

    Lestarikan Tradisi, Bupati Muaro Jambi Buka Kegiatan "Bekarang" di Lubuk Larangan Desa Pematang Jering

    Minggu, 15 Februari 2026 WIB Last Updated 2026-03-01T06:47:49Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Wartamuaro.com - Muaro Jambi - Suasana di tepi Danau Gatal, Desa Pematang Jering, mendadak ramai pada Minggu (15/02/2026) pagi. Ratusan warga berkumpul dengan antusias membawa alat tangkap ikan tradisional untuk mengikuti tradisi Bekarang, sebuah kearifan lokal menangkap ikan bersama-sama.


    Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Muaro Jambi, Dr. Bambang Bayu Suseno, S.P., M.M., M.Si. (BBS). Kehadiran beliau menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pelestarian tradisi yang telah turun-temurun dilakukan oleh masyarakat Kecamatan Jambi Luar Kota.


    Menjaga Ekosistem Lewat Lubuk Larangan

    Tradisi Bekarang di Danau Gatal ini bukanlah sekadar acara menangkap ikan biasa. Kegiatan ini dilakukan di kawasan Lubuk Larangan, sebuah sistem konservasi tradisional di mana masyarakat dilarang mengambil ikan dalam periode tertentu hingga tiba waktu panen yang disepakati.


    Bupati Muaro Jambi dalam arahannya menyampaikan bahwa Lubuk Larangan adalah bukti nyata kecerdasan lokal dalam menjaga keseimbangan alam.


    "Bekarang hari ini bukan hanya soal mendapatkan ikan, tapi soal bagaimana kita menghargai proses alam. Melalui Lubuk Larangan, kita memastikan ekosistem perairan darat tetap terjaga, ikan bisa berkembang biak dengan baik, dan hasilnya bisa dinikmati bersama secara adil," ujar Dr. Bambang Bayu Suseno.


    Kearifan Lokal Sebagai Daya Tarik Wisata

    Selain fungsi ekologis, Bupati juga menyoroti potensi tradisi Bekarang sebagai daya tarik wisata berbasis budaya (cultural tourism). Sinergi antara pelestarian budaya dan perlindungan lingkungan diharapkan dapat meningkatkan ekonomi kreatif desa.


    Keunggulan Tradisi Bekarang di Pematang Jering:

    Pelestarian Budaya: Memperkenalkan cara menangkap ikan tradisional kepada generasi muda.

    Keadilan Sosial: Seluruh lapisan masyarakat memiliki hak yang sama dalam menikmati hasil panen ikan.

    Ketahanan Pangan: Menyediakan sumber protein berkualitas bagi warga sekitar.

    Edukasi Lingkungan: Mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan sungai dan danau dari penggunaan alat tangkap ilegal seperti setrum atau racun.


    Penutup

    Kegiatan ditutup dengan aksi Bupati yang turun langsung bersama warga untuk memulai prosesi penangkapan ikan, yang disambut dengan sorak-sorai kegembiraan masyarakat Desa Pematang Jering. (H.Rm)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini